Wish You Were Here

Jadi.. Jadi kau pikir, kau bisa katakan bahwa, dari neraka yang menyala-nyala, kau sanggup mereguk surga? Bahwa biru langit lahir dari rasa sakit? Kau pikir kau bisa katakan, bahwa rumput dan hijaunya yang hangat di matamu, tumbuh di atas rel baja yang dingin, mati dan artifisial? Kau pikir kau bisa katakan, kau akan tersenyum bahagia di balik kerudungmu yang samar?

Apa kau pikir, kau bisa mudah katakan itu semua?

Dan apakah mereka, membuatmu rela menukar kawanmu dengan hantu yang kau reka? Membuatmu menukar maut dengan pohon delusi? Membuatmu menukar kebohongan dengan kenyataan yang beku? Dinginnya ketenteraman untuk perubahan yang kau tunggu?

Dan apa kau benar-benar akan menukar kesempatan untuk melangkah gagah, menjadi bagian dalam peperangan, dengan sebuah penjara di mana kau menjadi satu-satunya pesakitan di balik jerujinya?

Betapa aku berharap.. Betapa aku berharap kau ada di sini. Karena akhirnya kita hanyalah dua jiwa yang tersesat tanpa satu dan lainnya. Menjadi ikan-ikan yang berenang di akuarium yang kita pilih. Tahun demi tahun. Tak henti. Berlarian menginjaki tanah yang kita kenal lama, dengan masing-masing sepatu kita. Tapi apa yang kita temui? Ketakutan-ketakutan usang yang sama.

Aku, berharap kau di sini.

Wish You Were Here – Pink Floyd

-songinterpreting-