Mitochondrial Eve

Kau akan tau pada saatnya. Jika antara kau dan pangeran dalam kastilmu, menyekat dinding yang mengangkasa. Pintu yang terkunci abadi. Lantai yang menggelincirkan hati. Tak peduli berapa tahun engkau menjaga batu-batu itu kokoh berdiri. Menjaganya senyata yang kau kira. Dan pangeranmu tetap duduk di singgasana tertinggi. Berjarak. Tak tersentuh. Bias dan khayali.

And so it is
The shorter story
No love, no glory
No hero in her skies

Kau akan tau pada saatnya. Bahwa meski hidup di satu galaksi, kau hanya berdiri di atas bumi. Dan ia bintang. Bintang yang terjauh. Di antara kalian, hangat sinar bulan memelukmu saat senja dan fajar di kedua ufuk. Dan menjadi penjaga di antara waktu keduanya.

But I still can’t take my eyes off you.

Kau akan tau pada saatnya. Bahwa kau dan dia lahir di dunia yang hanya berpapasan pada orbitnya. Tanpa saling menyentuh, pun untuk sekelebat atmosfer.

I can’t take my eyes off you.

Kau akan tau pada saatnya. Terlalu sederhana mengonsepkannya sebagai manusia. Dengan sepasang mata yang indahnya luar biasa menyakitimu. Hingga ke tulang-tulang. Kesempurnaan yang kejam. Yang mungkin, jika kau telusuri Mitochondrial Eve dalam tubuhnya, tak ada satupun selmu yang bisa kau temukan menyatu di dalamnya.

I can’t take my eyes off you.

Kau akan tau pada saatnya. Dinginnya pagi menantimu kembali dari mimpi. Agar ia bisa menamparmu dengan dingin udara yang nyata. Yang ada. Yang bisa kau rasai basah embunnya di kulitmu. Yang mencintaimu.

And so it is
Just like you said it should be
We’ll both forget the breeze
Most of the time

Dan kau akan tau pada saatnya. Kapan kastil itu harus runtuh.

 

Damien Rice – Blower’s Daughter

-songinterpreting-